A.
Komponen yang Masuk Pendapatan Nasional
Barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan
olehsuatu negara dapat dilihat dari 2 fihak: fihak pembeli, konsumen dan fihak
penjual, produsen. Dari fihak pembeli pendapatan uang yang diterimanya
dikeluarkan kembali untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa. Pengeluaran ini
adalah untuk konsumsi, disingkat CE. Pendapatan yang tidak
dikeluarkan untuk konsumsi adalah tabungan, disingkat S. Dengan demikian
pendapatan yang kemudian dikeluarkan lagi ini terdiri dari CE+S.
Sebagai imbangannya dari fihak penjual, produsen,
barang-barang yang dibuatnya terdiri dari barang-barang konsumsi, disingkat CP,
dan barang-barang modal atau investasi, disingkat I. Barang-barang modal ini
terdiri dari:
1) Gedung-gedung, rumah-rumah, pabrik-pabrik,
jalan-jalan dan berbagai alat angkutan;
2) Mesin-mesin;
3) Barang konsumsi persediaan, baik yang sudah jadi,
setengah jadi (masih dalam proses), maupun bahan mentah,
Dengan demikian dari segi produksi barang-barang
ini terdiri dari: CP+I. Kalau kita gabungkan akan terlihat bahwa:
PNB = CE+S
PNB = CP+I
Kalau CE= CP maka S = I atau
tabungan sama dengan investasi. Apakah CE= CP? Bagaimana
kalau yang diproduksikan, CP, lebih besar daripada yang dibeli, CE?
Barang-barang konsumsi yang terlanjur dibuat tetapi tak dapat dijual akan
tertumpuk di gudang, dan merupakan bagian dari persediaan barang jadi, masuk investasi. Dengan demikian CE=
CP. Demikian pula apabila CE lebih besar daripada CP
akan terjadi pengurasan persediaan barang jadi, I berubah menjadi CP
dengan kata lain CP bertambah. Kecuali apabila persediaan barang jadi ini habis sama sekali
maka gambarannya akan lain. Dengan demikian maka CE= CP
pada setiap waktu.
Kalau kita perluas lagi maka tabungan ini hanya tabungan rumah tangga
tetapi juga perusahaan dan pemerintah. Demikian pula investasi tidak hanya
perusahaan saja tapi juga pemrintah. Sedemikian besarnya pemerintah sehingga
disendirikan. Barang-barang yang dibeli pemerintah sebenarnya tidak hanya
terdiri dari barang-barang konsumsi saja seperti alat-alat tulis, kendaraan,
dan perbotan tetapi juga barang investasi seperti jalan raya, rumah-rumah dan
gedung-gedung. Jadi seharusnya dipisahkan antara keduanya. Tetapi kebiasaan
selalu menyatukan keduanya menjadi sektor tersendiri.
No comments:
Post a Comment