A.
Cara Menghitung Pendapatan Nasional
Ada tiga cara penghitungan pendapatan nasional,
yaitu metode output (output approach), metode pendapatan (income approach), metode pengeluaran (expenditure approach). Masing-masing metode (pendekatan) melihat
pendapatan nasional dari sudut pandang yang berbeda, tetapi hasilnya saling
melengkapi.
a.
Metode Output (Output Approach) atau Metode
Produksi
Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh
suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi
perekonomian menjadi menjadi beberapa sektor produksi (industial origin). Jumlah output
masing-masing merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada
kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari
output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang
lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan
ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB
bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yamg sebenarnya. Untuk
menghindarkan hal di atas, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi,
yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value
added) masing-masing sektor. Yang dimaksud nilai tambah adalah selisih
antara nilai output dengan nilai input antara.
NT=NO-NI
...........................................................................................
(2.1)
di mana:
NT = nilai tambah
NO = nilai output
NI = nilai input antara
Dari Persamaan (2.1) sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses poduksi
merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. Aktivitas produksi
yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. Dengan demikian
besarnya PDB adalah:
n
PDB= Ʃ NT ........................................................................................
(2.2)
i=1
di mana:
i = sektor produksi ke 1,2,3,..., n
No comments:
Post a Comment