Thursday, May 30, 2013

A.    Cara Menghitung Pendapatan Nasional
Ada tiga cara penghitungan pendapatan nasional, yaitu metode output (output approach),  metode pendapatan (income approach), metode pengeluaran (expenditure approach). Masing-masing metode (pendekatan) melihat pendapatan nasional dari sudut pandang yang berbeda, tetapi hasilnya saling melengkapi.
a.      Metode Output (Output Approach) atau Metode Produksi
Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi menjadi beberapa sektor produksi (industial origin). Jumlah output masing-masing merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yamg sebenarnya. Untuk menghindarkan hal di atas, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor. Yang dimaksud nilai tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai input antara.
NT=NO-NI ........................................................................................... (2.1)
di mana:                                                                           
            NT       = nilai tambah
            NO      = nilai output
            NI        = nilai input antara
                       
Dari Persamaan (2.1) sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses poduksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. Dengan demikian besarnya PDB adalah:
 n
PDB=  Ʃ NT ........................................................................................ (2.2)
                                i=1
di mana:

            i = sektor produksi ke 1,2,3,..., n

No comments:

Post a Comment