Thursday, May 30, 2013

a.       Perencanaan
Segmentasi
Dalam segmentasi yang dituju adalah dari kalangan rendah dan menengah keatas, karena peminatnya banyak dan cukup besar, sasarannya adalah masyarakat, menengah kebawah, produk ini bisa dinikmati berbagai umur dari anak-anak, remaja, dewasa, kecuali orang tua.
     Targeting
Posisioning
Dalam produk kerpik ini berbeda dengan keripik-keripik lainnya karena dari segi varian rasa dan berbagai jenis, yaitu keripik singkong, talas, pisang ubi jalar. Sehingga memudahkan penikmat keripik untuk mencoba .

B. pelaksanaan
·         Prodak
Prodak yang dibuat adalah kerpik yang berbagai macam di antaranya keripik singkong, talas, ubi jalar, dan pisang. Dan dalam pembuatan keripik ini diolah dengan baik dan higenis dan bahan-bahannya diambil langsung dari perkebunan,sawah dan pegunungan sendiri. Proses pengolahannya tidak ada bahan campuran yang bisa membahayakan tubuh, sehingga baik untuk dikonsumsi. Adapun alat dan Bahan-bahan pembuatan kerpik diantaranya adalah sebagai berikut:
Bahan-bahan:
a.       Singkong
b.      Talas
c.        ubi jalar
d.      Pisang
e.       Minyak
f.       Bumbu
Alat-alat:
a.       Penggorengan/ wajan dan perlengkapan penggorengan lainnya yang digunakan dalam proses
b.      Parutan atau pisau yang digunakan untuk memotong dan mengupas
c.       Kompor/kompor penggunaan tungku dalam menggoreng digunakan agar dalam proses penggorengan mendapatkan panas api yang cukup.
Langkah awal pembuatan keripik adalah memilamilah bahan-bahan yang berkualitas kemudian dikupas lalu di cuci sampai bersih, lalu dipotong tipis-tipis kemudian dilumuri dengan bumbu dan diamkan beberapa menit kemudian goreng samapai matang lalu angkat tiriskan tunggu hingga dingin kemudian bungkus dengan plastik kemudian keripik-keripik itu siap untuk dipasarkan
·         Promosi
 Promosi yang dilakukan secara langsung, langkah ini lebih efektif karena langsung bertemu dengan pembelinya dan langsung bisa mempromosikan camilan(keripik) yang dijualnya.
 melalui pemesanan yang siap antar,
kemudianmengiklankankepada radio karena cara ini lebih efektif walaupun tidak dapat melihat langsung produknya setidaknya pesannya yang tersampaikan kepada masyarakat.

·         Price
Didalam kebijakan mengenai harga itu sendiri,dimana harga keripik tersebut sangat terjangkau oleh masyarakat .

Barang
Harga
Keripik singkong
2.5000,00
Keripik talas
3.500,00
Keripik ubu jalar
3.000,00
Keripik pisang (ceriping)
3.500,00

Dan bila dalam pembelian jumlahnya banyak maka akan pendapatkan doskon 10% . supaya konsumen senang karena mendapatkan potongan harga.

·         Place
Tempat yang digunakan tanahnya adalah tanh warisan dan beliau membangun sebuah toko untuk memasarkan produk keripiknya dan lokasinya  sangat setrategis karena tempatnya berada di dekat jalan raya.


·         Upaya yang dilakukan untuk memuaskan pelanggan
Upaya yang dilakukan adalah tetap menjaga kualitas produk  keripik,dari segi rasa dan berbagai macam varian keripik,  memberikan rasa kenyamanan kepada pelanggan, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, Serta ramah tamah. Dan siap mengantarkan pesanan kerumah pelanggan tanpa ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan lagi, dan bila ada barang  produk  kemasannya rusak/ cacat bisa dikembalikan dan ditukar dengan yang baru dan tidak dimintai biaya tambahan. Oleh senab itu pelanggan akan merasa senang dan merasa puas dengan pelayanan.


a.       Perencanaan
Segmentasi
Dalam segmentasi yang dituju adalah dari kalangan rendah dan menengah keatas, karena peminatnya banyak dan cukup besar, sasarannya adalah masyarakat, menengah kebawah, produk ini bisa dinikmati berbagai umur dari anak-anak, remaja, dewasa, kecuali orang tua.
     Targeting
Posisioning
Dalam produk kerpik ini berbeda dengan keripik-keripik lainnya karena dari segi varian rasa dan berbagai jenis, yaitu keripik singkong, talas, pisang ubi jalar. Sehingga memudahkan penikmat keripik untuk mencoba .

B. pelaksanaan
·         Prodak
Prodak yang dibuat adalah kerpik yang berbagai macam di antaranya keripik singkong, talas, ubi jalar, dan pisang. Dan dalam pembuatan keripik ini diolah dengan baik dan higenis dan bahan-bahannya diambil langsung dari perkebunan,sawah dan pegunungan sendiri. Proses pengolahannya tidak ada bahan campuran yang bisa membahayakan tubuh, sehingga baik untuk dikonsumsi. Adapun alat dan Bahan-bahan pembuatan kerpik diantaranya adalah sebagai berikut:
Bahan-bahan:
a.       Singkong
b.      Talas
c.        ubi jalar
d.      Pisang
e.       Minyak
f.       Bumbu
Alat-alat:
a.       Penggorengan/ wajan dan perlengkapan penggorengan lainnya yang digunakan dalam proses
b.      Parutan atau pisau yang digunakan untuk memotong dan mengupas
c.       Kompor/kompor penggunaan tungku dalam menggoreng digunakan agar dalam proses penggorengan mendapatkan panas api yang cukup.
Langkah awal pembuatan keripik adalah memilamilah bahan-bahan yang berkualitas kemudian dikupas lalu di cuci sampai bersih, lalu dipotong tipis-tipis kemudian dilumuri dengan bumbu dan diamkan beberapa menit kemudian goreng samapai matang lalu angkat tiriskan tunggu hingga dingin kemudian bungkus dengan plastik kemudian keripik-keripik itu siap untuk dipasarkan
·         Promosi
 Promosi yang dilakukan secara langsung, langkah ini lebih efektif karena langsung bertemu dengan pembelinya dan langsung bisa mempromosikan camilan(keripik) yang dijualnya.
 melalui pemesanan yang siap antar,
kemudianmengiklankankepada radio karena cara ini lebih efektif walaupun tidak dapat melihat langsung produknya setidaknya pesannya yang tersampaikan kepada masyarakat.

·         Price
Didalam kebijakan mengenai harga itu sendiri,dimana harga keripik tersebut sangat terjangkau oleh masyarakat .

Barang
Harga
Keripik singkong
2.5000,00
Keripik talas
3.500,00
Keripik ubu jalar
3.000,00
Keripik pisang (ceriping)
3.500,00

Dan bila dalam pembelian jumlahnya banyak maka akan pendapatkan doskon 10% . supaya konsumen senang karena mendapatkan potongan harga.

·         Place
Tempat yang digunakan tanahnya adalah tanh warisan dan beliau membangun sebuah toko untuk memasarkan produk keripiknya dan lokasinya  sangat setrategis karena tempatnya berada di dekat jalan raya.


·         Upaya yang dilakukan untuk memuaskan pelanggan
Upaya yang dilakukan adalah tetap menjaga kualitas produk  keripik,dari segi rasa dan berbagai macam varian keripik,  memberikan rasa kenyamanan kepada pelanggan, dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, Serta ramah tamah. Dan siap mengantarkan pesanan kerumah pelanggan tanpa ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan lagi, dan bila ada barang  produk  kemasannya rusak/ cacat bisa dikembalikan dan ditukar dengan yang baru dan tidak dimintai biaya tambahan. Oleh senab itu pelanggan akan merasa senang dan merasa puas dengan pelayanan.


A.    Cara Menghitung Pendapatan Nasional
Ada tiga cara penghitungan pendapatan nasional, yaitu metode output (output approach),  metode pendapatan (income approach), metode pengeluaran (expenditure approach). Masing-masing metode (pendekatan) melihat pendapatan nasional dari sudut pandang yang berbeda, tetapi hasilnya saling melengkapi.
a.      Metode Output (Output Approach) atau Metode Produksi
Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi menjadi beberapa sektor produksi (industial origin). Jumlah output masing-masing merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yamg sebenarnya. Untuk menghindarkan hal di atas, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor. Yang dimaksud nilai tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai input antara.
NT=NO-NI ........................................................................................... (2.1)
di mana:                                                                           
            NT       = nilai tambah
            NO      = nilai output
            NI        = nilai input antara
                       
Dari Persamaan (2.1) sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses poduksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. Dengan demikian besarnya PDB adalah:
 n
PDB=  Ʃ NT ........................................................................................ (2.2)
                                i=1
di mana:

            i = sektor produksi ke 1,2,3,..., n
A.    Cara Menghitung Pendapatan Nasional
Ada tiga cara penghitungan pendapatan nasional, yaitu metode output (output approach),  metode pendapatan (income approach), metode pengeluaran (expenditure approach). Masing-masing metode (pendekatan) melihat pendapatan nasional dari sudut pandang yang berbeda, tetapi hasilnya saling melengkapi.
a.      Metode Output (Output Approach) atau Metode Produksi
Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi menjadi beberapa sektor produksi (industial origin). Jumlah output masing-masing merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yamg sebenarnya. Untuk menghindarkan hal di atas, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor. Yang dimaksud nilai tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai input antara.
NT=NO-NI ........................................................................................... (2.1)
di mana:                                                                           
            NT       = nilai tambah
            NO      = nilai output
            NI        = nilai input antara
                       
Dari Persamaan (2.1) sebenarnya dapat dikatakan bahwa proses poduksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. Dengan demikian besarnya PDB adalah:
 n
PDB=  Ʃ NT ........................................................................................ (2.2)
                                i=1
di mana:

            i = sektor produksi ke 1,2,3,..., n
A.    Komponen yang Masuk Pendapatan Nasional
Barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan olehsuatu negara dapat dilihat dari 2 fihak: fihak pembeli, konsumen dan fihak penjual, produsen. Dari fihak pembeli pendapatan uang yang diterimanya dikeluarkan kembali untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa. Pengeluaran ini adalah untuk konsumsi, disingkat CE. Pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi adalah tabungan, disingkat S. Dengan demikian pendapatan yang kemudian dikeluarkan lagi ini terdiri dari CE+S.
Sebagai imbangannya dari fihak penjual, produsen, barang-barang yang dibuatnya terdiri dari barang-barang konsumsi, disingkat CP, dan barang-barang modal atau investasi, disingkat I. Barang-barang modal ini terdiri dari:
1)       Gedung-gedung, rumah-rumah, pabrik-pabrik, jalan-jalan dan berbagai alat angkutan;
2)      Mesin-mesin;
3)      Barang konsumsi persediaan, baik yang sudah jadi, setengah jadi (masih dalam proses), maupun bahan mentah,
Dengan demikian dari segi produksi barang-barang ini terdiri dari: CP+I. Kalau kita gabungkan akan terlihat bahwa:
            PNB = CE+S
            PNB = CP+I
Kalau CE= CP maka S = I atau tabungan sama dengan investasi. Apakah CE= CP? Bagaimana kalau yang diproduksikan, CP, lebih besar daripada yang dibeli, CE? Barang-barang konsumsi yang terlanjur dibuat tetapi tak dapat dijual akan tertumpuk di gudang, dan merupakan bagian dari persediaan barang jadi,  masuk investasi. Dengan demikian CE= CP. Demikian pula apabila CE lebih besar daripada CP akan terjadi pengurasan persediaan barang jadi, I berubah menjadi CP dengan kata lain CP bertambah. Kecuali apabila  persediaan barang jadi ini habis sama sekali maka gambarannya akan lain. Dengan demikian maka CE= CP pada setiap waktu.

Kalau kita perluas lagi maka tabungan ini hanya tabungan rumah tangga tetapi juga perusahaan dan pemerintah. Demikian pula investasi tidak hanya perusahaan saja tapi juga pemrintah. Sedemikian besarnya pemerintah sehingga disendirikan. Barang-barang yang dibeli pemerintah sebenarnya tidak hanya terdiri dari barang-barang konsumsi saja seperti alat-alat tulis, kendaraan, dan perbotan tetapi juga barang investasi seperti jalan raya, rumah-rumah dan gedung-gedung. Jadi seharusnya dipisahkan antara keduanya. Tetapi kebiasaan selalu menyatukan keduanya menjadi sektor tersendiri.
A.    Komponen yang Masuk Pendapatan Nasional
Barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan olehsuatu negara dapat dilihat dari 2 fihak: fihak pembeli, konsumen dan fihak penjual, produsen. Dari fihak pembeli pendapatan uang yang diterimanya dikeluarkan kembali untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa. Pengeluaran ini adalah untuk konsumsi, disingkat CE. Pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi adalah tabungan, disingkat S. Dengan demikian pendapatan yang kemudian dikeluarkan lagi ini terdiri dari CE+S.
Sebagai imbangannya dari fihak penjual, produsen, barang-barang yang dibuatnya terdiri dari barang-barang konsumsi, disingkat CP, dan barang-barang modal atau investasi, disingkat I. Barang-barang modal ini terdiri dari:
1)       Gedung-gedung, rumah-rumah, pabrik-pabrik, jalan-jalan dan berbagai alat angkutan;
2)      Mesin-mesin;
3)      Barang konsumsi persediaan, baik yang sudah jadi, setengah jadi (masih dalam proses), maupun bahan mentah,
Dengan demikian dari segi produksi barang-barang ini terdiri dari: CP+I. Kalau kita gabungkan akan terlihat bahwa:
            PNB = CE+S
            PNB = CP+I
Kalau CE= CP maka S = I atau tabungan sama dengan investasi. Apakah CE= CP? Bagaimana kalau yang diproduksikan, CP, lebih besar daripada yang dibeli, CE? Barang-barang konsumsi yang terlanjur dibuat tetapi tak dapat dijual akan tertumpuk di gudang, dan merupakan bagian dari persediaan barang jadi,  masuk investasi. Dengan demikian CE= CP. Demikian pula apabila CE lebih besar daripada CP akan terjadi pengurasan persediaan barang jadi, I berubah menjadi CP dengan kata lain CP bertambah. Kecuali apabila  persediaan barang jadi ini habis sama sekali maka gambarannya akan lain. Dengan demikian maka CE= CP pada setiap waktu.

Kalau kita perluas lagi maka tabungan ini hanya tabungan rumah tangga tetapi juga perusahaan dan pemerintah. Demikian pula investasi tidak hanya perusahaan saja tapi juga pemrintah. Sedemikian besarnya pemerintah sehingga disendirikan. Barang-barang yang dibeli pemerintah sebenarnya tidak hanya terdiri dari barang-barang konsumsi saja seperti alat-alat tulis, kendaraan, dan perbotan tetapi juga barang investasi seperti jalan raya, rumah-rumah dan gedung-gedung. Jadi seharusnya dipisahkan antara keduanya. Tetapi kebiasaan selalu menyatukan keduanya menjadi sektor tersendiri.